Minggu, 19 Mei 2019

PENGAWASAN DALAM MANAJEMEN


PENGAWASAN DALAM MANAJEMEN
Disusun untuk Memenuhi Tugas Kelompok pada Matakuliah
Manajemen Jasa dan Layanan Informasi




Disusun Oleh :
Ramadan Saukani C [F0271151021]




PROGRAM STUDI D3 PERPUSTAKAAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
2016


Puji syukur penulis ucapkan ke hadirat Allah SWT. yang telah memberikan kekuatan dan ketabahan bagi hamba-Nya. Serta memberi ilmu pengetahuan yang banyak agar kita tidak merasa kesulitan. Tujuan penulisan makalah ini yaitu memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Layanan dan Jasa Informasi.
Dalam penyusunan makalah ini penulis banyak mendapat bantuan dan sumbangan pemikiran, serta dorongan dari berbagai pihak, oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada Dosen Manajemen Layanan dan Jasa Informasi yaitu Slamet Widodo, S.Ag., S.I.IP., M.Kom.
Penulis mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini bermanfaat.




Pontianak, Mei 2016


Penulis








BAB I
PENDAHULUAN


Fungsi pengawasan merupakan fungsi yang terakhir dari proses manajemen. Fungsi ini mempunyai kaitan erat dengan keempat fungsi manajemen lainnya. Melalui fungsi pengawasan, srandar keberhasilan program yang dituangkan dalam bentuk target, prosedur kerja dan sebagainya harus selalu dibandingkan dengan hasil yang telah dicapai atau yang mampu dikerjakan oleh staf. Fungsi pengawasn bertujuan agar penggunaan sumber daya, dapat lebuh diefisiensikan, dan tugas-tugas staf untuk mencapai tujuan program dapat kebih diefektifkan.

1.      Jelaskan pengertian pengawasan?
2.      Jelaskan fungsi pengawasan?
3.      Jelaskan fungsi dan tujuan dari pengawasan?
4.      Jelaskan perancangan proses pengawasan?

1.      Pengawasan dan pengendalian sebagai salah satu fungsi manajemen.
2.      Pengertian tentang fungsi suatu pengawasan.
3.      Pengertian fungsi dan tujuan dari pengasan.
4.      Perancangan proses pengawasan berdasarkan tipe-tipenya.



BAB II
PEMBAHASAN


Controlling atau pengawasan dan pengendalian (wasdal) adalah proses untuk mengamati secara terus menerus pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana kerja yang sudah disusun dan mengadakan koreksi jika terjadi.
Controlling atau pengawasan adalah fungsi manajemen dimana peran dari personal yang sudah memiliki tugas, wewenang dan menjalankan pelaksanaannya perlu dilakukan pengawasan agar supaya berjalan sesuai dengan tujuan, visi dan misi perusahaan. Pengawasan merupakan fungsi manajemen yang tidak kalah pentingnya dalam suatu organisasi. Semua fungsi manajemen yang lain, tidak akan efektif tanpa disertai fungsi pengawasan. Dalam hal ini, (Kurtz and Boone, 1984) memberikan rumusan tentang pengawasan sebagai: “the process by which manager determine wether actual operation are consistent with plans”.
Menurut (Brech, 1975) pengendalian adalah perbandingan kinerja saat ini terhadap standar yang telah ditentukan yang terkandung dalam rencana, dengan maksud untuk memastikan kemajuan yang memadai dan kinerja yang memuaskan
Menurut (Terry, 1975) mengartikan pengawasan sebagai mendeterminasi apa yang telah dilaksanakan, maksudnya mengevaluasi prestasi kerja dan apabila perlu, menerapkan tidankan-tindakan korektif sehingga hasil pekerjaan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Menurut (Mockler, 1970) pengawasan yaitu usaha sistematik menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar, menentukan dan mengukur deviasi-deviasi dan mengambil tindakan koreksi yang menjamin bahwa semua sumber daya yang dimiliki telah dipergunakan dengan efektif dan efisien.
Sedangkan menurut (Atmosudirjo, 2002) pengawasan adalah suatu proses untuk menetapkan pekerjaan apa yang di jalankan, dilaksanakan, atau diselenggarakan itu dengan apa yang dikehendaki, direncanakan atau diperhatikan.
Sementara itu, Robert J. Mocker sebagaimana disampaikan oleh (Handoko, 2012) mengemukakan definisi pengawasan yang di dalamnya memuat unsur esensial proses pengawasan, bahwa: “pengawasan manajemen adalah suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan – tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya, menentukan dan mengukur penyimpangan-penyimpangan, serta mengambil tindakan koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan dipergunakan dengan cara paling efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan-tujuan perusahaan.”
Menurut (Siagian, 1990) menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan pengawasan adalah proses pengamatan daripada pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar supaya semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya.
Dengan demikian, pengawasan merupakan suatu kegiatan yang berusaha untuk mengendalikan agar pelaksanaan dapat berjalan sesuai dengan rencana dan memastikan apakah tujuan organisasi tercapai. Apabila terjadi penyimpangan di mana letak penyimpangan itu dan bagaimana pula tindakan yang diperlukan untuk mengatasinya.
Selanjutnya dikemukakan pula oleh (Handoko, 2012) bahwa proses pengawasan memiliki lima tahapan, yaitu:
a.       Penetapan standar pelaksanaan.
b.      Penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan.
c.       Pengukuran pelaksanaan kegiatan nyata.
d.      Pembandingan pelaksanaan kegiatan dengan standar dan penganalisaan penyimpangan-penyimpangan.
e.       Pengambilan tindakan koreksi, bila diperlukan.
Sebagai suatu pengendalian manajemen yang bebas dalam menyelesaikan tanggung jawabnya secara efektif maka fungsi pengawasan adalah :
1.      Untuk menilai apakah pengendalian manajemen telah cukup memadai dan dilaksanakan secara efektif.
2.      Untuk menilai apakah laporan yang dihasilkan telah menggambarkan kegiatan yang sebenarnya secara cermat dan tepat.
3.      Untuk menilai apakah setiap unit telah melakukan kebijaksanaan dan prosedur yang menjadi tanggung jawabnya.
4.      Untuk meneliti apakah kegiatan telah dilaksanakan secara efisien.
5.      Untuk meneliti apakah kegiatan telah dilaksanakan secara efektif yaitu mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dengan demikian fungsi pengawasan adalah membantu seluruh manajemen dalam menyelesaikan tanggung jawabnya secara efektif dengan melaksanakan analisa, penilaian, rekomendasi dan penyampaian laporan mengenai kegiatan yang diperiksa. Oleh karena itu internal audit harus dapat memberikan pelayanan kepada manajemen, sehingga manajemen dapat mengetahui apakah system pengendalian yang telah diterapkan berjalan dengan baik dan efektif untuk memperoleh keadaan sesungguhnya.
Secara umum, pengawasan dapat dilakukan dengan beberapa langkah, antara lain sebagai berikut:
·         Menetapkan standar untuk pengawasan.
Ada tiga bentuk standar yang umum:
a.       Standar-standar phisik; meliputi kuantitas barang atau jasa, jumlah langganan, atau kualitas produk.
b.      Standar-standar moneter; yang ditunjukkan dalam rupiah dan mencakup biaya tenaga kerja, biaya penjualan, laba kotor, pendapatan penjualan, dan sejenisnya.
c.       Standar-standar waktu; meliputi kecepatan produksi atau batas waktu suatu pekerjaan harus diselesaikan.
·         Meneliti, memeriksa, dan menilai hasil yang dapat dicapai.
·         Membandingkan hasil dengan standar.
·         Memperbaiki penyimpangan dengan tindakan koreksi.
Pengawasan dapat dilakukan dengan beberapa metode, antara lain sebagai berikut:
·         Komparatif: Komparatif yaitu sistem pengawasan yang dilakukan dengan cara membandingkan hasil dengan rencana.
·         Inspektif: Inspektif artinya sistem pemeriksaan setempa berguna untuk mengetahui secara langsung keadaan sebenarnya mengenai pelaksanaan suatu pekerjaan.
·         Verifikatif: Verifikatif artinya sistem pangawasan secara pemeriksaan, biasanya menyangkut bidang keuangan dan material.
·         Investigatif: Investigatif artinya pengawasan yang dilakukan dengan mengadakan penyelidikan. (Darmawan, n.d.)

Menurut (Griffin, 2000) tujuan dari fungsi pengawasan dibagi menjadi empat bagian :
1.            Adaptasi lingkungan
Tujuannya adalah agar sebuah perusahaan dapat beradaptai dengan perubahan yang terjadi di lingkungan perusahaan, baik internal maupun eksternal. Contoh : ketika ICT belum secanggih saat ini, kualifikasi minimum tenaga kerja di sebuah perusahaan barangkali hanya dibatasi pada kemampuan mengetik. Namun saat ini hampir seluruh perusahaan menggunakan komputer sebagai ujung tombak kegiatan sehari-hari.

2.            Meminimalkan kegagalan
Ketika perusahaan menjalankan kegiatan produksi misalnya perusahaan memiliki target produksi sebanyak 10.000 unit maka peusahaan berharap bagian produksi bisa menghasilkan produk sebanyak itu. Katakanlah bagian produksi hanya menghasilkan 9.000 unit yang memenuhi standar sedangkan 1.000 unit tidak memenuhi standar. Maka perusahaan mengalami kerugian 1.000 unit dalam produksinya. Oleh karena itu perusahaan perlu menjalankan pengawasan agar target tersebut terpenuhi.
3.            Meminimumkan biaya
Sebagaimana contoh di atas jika target terpenuhi maka biaya dapat diminimalkan, akan tetapi jika kondisinya seperti di atas 1.000 unit tidak memenuhi standar maka hal itu tidak bisa dikatakan meminimalkan biaya malah menambah beban biaya produksi.
4.            Mengantisipasi kompleksitas dan organisasi
Tujuan terakhir dari fungsi pengawasan adalah agar perusahaan dapat mengantisipasi berbagai kegiatan organisasi yang kompleks. Ketika kegiatan perusahaan hanya memproduksi satu jenis barang, atau 10 orang pekerja, atau 2 bagian dalam struktur organisasi, barangkali kegiatan manajemen lebih mudah untuk dilakukan.

Lima langkah dasar yang dapat diterapkan untuk semua tipe kegiatan pengawasan menurut (Newman, 1984) yaitu :
1.      Merumuskan hasil yang diinginkan
2.      Menetapkan penunjuk hasil
3.      Menetapkan standar penunjuk dan hasil
4.      Menetapkan jaringan informasi dan umpan balik
5.      Menilai informasi dan mengambil tindakan koreksi

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN


Berdasarkan dari pembahasan makalah kami, dapat disimpulkan bahwacontrolling atau pengawasan adalah fungsi manajemen dimana peran dari personal yang sudah memiliki tugas, wewenang dan menjalankan pelaksanaannya perlu dilakukan pengawasan agar supaya berjalan sesuai dengan tujuan, visi dan misi perusahaan. Pengawasan merupakan fungsi manajemen yang tidak kalah pentingnya dalam suatu organisasi. Semua fungsi manajemen yang lain, tidak akan efektif tanpa disertai fungsi pengawasan. Dan pelaksanaan pengawasan dalam manajemen dibutuhkan manajer.
Untuk itu kami mengharapkan masukan kepada pembaca demi perbaikan penyusunan selanjutnya. Dan semoga dengan makalah ini dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya untuk membantu kelancaran perkuliahan.











DAFTAR PUSTAKA


Atmosudirjo, P., 2002. Dasar-Dasar Administrasi Management dan Office Management. Jakarta.
Brech, E.F.L. (Edward F.L., 1975. The principles and practice of management / edited by E. F. L. Brech. Longman, London ; New York.
Darmawan, D. oleh I., n.d. Makalah Pengertian dan Fungsi Pengawasan | Irwanxlite.
Ebert, R.J., Griffin, R.W., 2000. Business Essentials. Prentice Hall.
Handoko, T.H., 2012. MANAJEMEN, 2. Cet. 23. ed. BPFE Yogyakarta, Yogyakarta.
Kurtz, D.L., Boone, L.E., 1984. Principles of Management. McGraw-Hill Companies.
Mockler, R.J., 1970. Readings in management control. Appleton-Century-Crofts.
Newman, W.H., 1984. Managerial control. Science Research Associates, Chicago.
Siagian, S.P., 1990. Sistem Informasi Untuk Pengambilan Keputusan. Haji Masagung, Jakarta.
Terry, G.R., 1975. Principles of Management. R.D. Irwin.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar